Senin, 28 Oktober 2013

Numa FC, dari Palembang untuk Indonesia

Hendri Zainuddin, Pendiri Numa FC
Suatu saat pada pelaksanaan Islamic Solidarity Games yang ketiga di bulan September sampai dengan bulan Oktober tahun 2013, saya mengambil kesimpulan bahwa Indonesia bisa berprestasi di pertandingan internasional, asalkan proses pencarian bakat dan proses pembinaan dilakukan dengan baik dan benar. Kesimpulan tersebut saya dapatkan ketika melihat penampilan dari atlet bola bakset tim nasional yang bermain sangat baik dan mendapatkan medali emas. pada kesempatan tersebut, saya juga bertanya pada diri saya sendiri, kapan tim nasional sepak bola putri Indonesia, bisa memiliki prestasi yang sangat baik.

Sebagian besar diantara kita yang menyukai sepak bola, tentunya sering menyaksikan pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh lelaki. Selain dikarenakan belum banyaknya klub yang memberikan tempat bagi wanita untuk menjadi pemain sepak bola profesional, pemikiran masyarakat Indonesia tentang sepak bola bukan merupakan olahraga wanita, juga menjadi salah satu faktor mengapa prestasi sepak bola Indonesia belum terlalu baik. Bahkan, prestasi sepak bola putri Indonesia jauh tertinggal dari negara Jepang yang sebetulnya tidak terlalu beruntung dari Indonesia.

Atas dasar ingin memberikan tempat bagi wanita yang menyukai sepak bola dan masih berusia muda untuk berlatih menjadi pemain sepak bola, Hendri Zainuddin pun mendirikan Numa FC. Numa yang berarti Cantik, Indah, dan Menyenangkan, merupakan satu klub sepak bola wanita yang akan dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam kompetisi sepak bola wanita tingkat nasional yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2014.

Mutia Datau (id.wikipedia.org/
Sebenarnya, dalam dunia sepak bola wanita, Indonesia memiliki banyak sekali bintang. Namun, dikarenakan kurangnya pemberitaan tentang mereka, maka hanya beberapa orang saja yang namanya dikenal oleh masyarakat hingga saat ini. Mutia Datau, merupakan salah satu nama pemain sepak bola wanita yang pernah jaya pada masanya. Mutia Datau merupakan seorang penjaga gawang yang lahir di Lampung pada tanggal 12 Agustus 1959 dan memperkuat Buana Putri. Bersama tim nasional Indonesia, Asian Women Football 1977 di Taiwan, merupakan penampilan pertama Mutia Datau dan Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu.

Setahun kemudian, Mutia Datau mengikuti acara Abang None DKI Jakarta atas dasar permintaan sang ibu dengan alasan agar Mutia Datau tidak menjadi semakin tomboy. Mutia Datau terpilih sebagai None Jakarta Barat dan mendapatkan gelar juara kedua di Pemilihan Abang dan None tingkat Provinsi. Selain menjadi pemain sepak bola, Mutia Datau merupakan pemain film, karyawan bank, dan penulis kolom atau kolomnis di media olahraga. Salah satu film yang dibintangi oleh Mutia Datau adalah Sirkuit Kemelut. Film Sirkuit Kemelut, menjadi perantara pertemuan Mutia Datau dengan Herman Felani, sehingga terlaksana sebuah pernikahan.

Selain Mutia Datau, terdapat juga nama Maulina Novryliani dan Alex Morgan. Maulina Novryliani atau juga dikenal dengan panggilan Cimot, merupakan pemain sepak bola wanita yang memperkuat tim nasiona Indonesia sejak tahun 2004 sampai dengan saat ini. Cimot yang lahir di Samarinda pada tanggal 14 November 1987, juga merupakan pemain tim nasional Futsal Indonesia. Secara pribadi, Cimot pernah menjadi pemain terbaik di kejuaraan nasional tahun 2008 dan juga merupakan pencetak gol terbanyak pada Piala Menpora tahun 2009.

Maulina Novryliani (id.wikipedia.org)
Ketika kita mengambil contoh atlet sepak bola wanita dari luar Indonesia, maka nama Alexandra Patricia Morgan, pantas untuk kita pelajari. Alex, lahir di California pada tanggal 02 Juli 1989 dan berposisi sebagai penyerang. Bersama tim nasional Amerika Serikat sejak tahun 2010, Alex telah menciptakan empat puluh empat gol dari enam puluh enam pertandingan yang dijalani. Pada pertandingan internasional, Alex telah mengikuti Piala Dunia sepak bola wanita pada tahun 2011 dan menjadi juara kedua.

Hendri Zainuddin yang merupakan pendiri Numa FC, sangat meyakini bahwa wanita-wanita Sumatera Selatan banyak yang menyukai sepak bola dan mempunyai potensi untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Melalui Numa FC, Hendri Zainuddin berharap agar Provinsi Sumatera Selatan bisa memberikan kontribusi bagi tim nasional sepak bola wanita Indonesia yang pada akhirnya memberikan prestasi membanggakan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Catatan tim nasional sepak bola wanita Indonesia di pentas Piala Dunia, sejak tahun 1991 sampai dengan tahun 2011, tim Indonesia belum pernah berpartisipasi. Selain itu, di Kejuaraan ASEAN sejak tahun 2004 hingga tahun 2013, Indonesia hanya satu kali tidak ikut berpartisipasi, satu kali berada di tempat keempat yaitu tahun 2004, dan lima kali hanya bisa berada di putaran pertama. Tahun 2004, merupakan penampilan terbaik tim nasional sepak bola wanita Indonesia di Kejuaraan ASEAN.

Sedangkan di Piala AFC yang dimulai sejak tahun 1975 hingga tahun 2010, tim nasional sepak bola wanita Indonesia, dua kali berada di peringkat empat, dua kali di babak grup, dan tiga belas kali tidak berpartisipasi. Kemudian, di SEA GAMES yang dimulai tahun 1977 sampai 2007, Indonesia berhasil berada di tempat keempat sebanyak dua kali, babak grup dua kali, dan tidak berpartisipasi sebanyak empat kali. Menariknya, selama pelaksanaan SEA GAMES khusus sepak bola wanita, tim nasional Indonesia belum bisa mendapatkan kemenangan.

Melihat prestasi sepak bola wanita Indonesia yang kurang begitu baik ini, juga menjadi landasan bagi Hendri Zainuddin ketika mendirikan Numa FC. Hendri Zainuddin mengajak semua wanita muda Provinsi Sumatera Selatan untuk bergabung dan menjalani seleksi di Numa FC dan akan diikutsertakan dalam kejuaraan atau kompetisi yang akhirnya dipersiapkan untuk memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia dengan tujuan untuk mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi-prestasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya di pentas internasional.

~ Ditulis Oleh Oyong Hairudin Sikumbang, Palembang 26 Oktober 2013 ~
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Posting Komentar